Pages

Labels

Pengikut

Search

Copyright Text

Kamis, 17 Juli 2014

Mimpi yang tertunda...ditunda..atau tak ada mimpi???

IRI...??
Ya..aku memang iri karena aku belum bisa seperti mereka yang mempunyai kehidupan "normal"...
Tapi aku belum bisa merubah cara pandangku dalam iri ku ini.
Terlebih dgn bnyaknya godaans setiap detiknya.
Alasan klise selalu kubuat bahwa iman seseorang bahkan hampir semua orang rata-rata masih labil,terlebih yang berhubungan dgn rasa ego pribadi,rasa ingin memuaskan hasrat diri.

Semua kembali pada masing-masing,klo belum punya niat kuat didalam hati mau dr mario teguh...bahkan dr seminar2 motivasi yang punya harga tiket mahal sekalipun semuanya akan sia2.

Karena konsistensi tergantung dari sebuah niat awal dan ketulusan bahwa semua hasil dari proses yang kita lalui semata-mata hanya untuk mencapai ridho-Nya.

Easy to talk...

Well...then don't talk too much...just act..!!!

Minggu, 13 Juli 2014

Terkadang....

Hidup sendiri....??
Dibilang enak..ya enak jg
Dibilang ga enak....ya iya sih
Positif negatif selalu ada saat pilihan dipilih,entah itu 1 diantara 2 ataupun diantara banyaknya pilihan.
That's life....we've got to pick one whether like it or not we have to choose.
That's sucks....
Ya mau gimana lagi...
Bukan perkara mudah memilih sesuatu terlebih bila yang kita pilih bertolak belakang dengan keyakinan kita.
Dosa....
Itu mungkin yang jadi pertimbangan (tapi tidak bagi yg sudah terlanjur merasakan nikmat sesaat sebuah dosa yang menhasilkan)
Tapi tidak denganku....
Berkali-kali terjatuh tapi semua itu seakan jadi candu...
Entahlah..nikmat akan sebuah dosa sudah menjadi candu yang belum bisa kukontrol terlebih dalam kesendirianku....
Seakan menjadi alasanku untuk melampiaskan dalam kebebasan karena aku sedang sendiri,meskipun aku tahu itu salah...sangat salah dan tidak pernah diajari.
Namun itulah hidup...kita malas untuk menggapai hal-hal positif hanya karena begitu banyak proses yang harus dilalui...hanya karena kita terlalu fokus pada hasil.
Tapi kita dengan sangat mudah mempelajari hal-hal negatif bahkan tanpa guru dan buku panduan kita akan sangat lihai dengan hanya mendengar dan melihat saja.

Well....
Ga gampang....
Lebih tepatnya aku masih belum tau bagaimana memulainya....dimana....???
Pertanyaan yang harus aku jawab sendiri dengan tindakanku sendiri bukan dengan kata-kata....
Komitmen dan niat yang kuat....seperti yang orang tuaku katakan "lillahita a'laa"

Gampang memang diucapkan...
Tapi konsistensi sebuah niat akan diuji sejalannya waktu....
Dari mulai cobaan ecek-ecek sampai cobaan yang luar biasa...!!!

Semua kembali lagi pada diriku sendiri.....

#bismillah #akubisa #queer

Senin, 06 Januari 2014

Waktu yang menjawab?

Jalani saja biar waktu yang menjawab...

Itulah  ungkapan yang sering aku dengar. Klise memang tapi anehnya aku merasa ungkapan itu punya kerancuan. Akhir-akhir ini baru aku sadari bahwa bukan waktu yang menjawab tapi usaha yang kita jalani yang menjawab.

Terlambat?
Tidak..selama hayat masih dikandung badan.

Selama aku bisa berjalan...bernapas..ga ada kata terlambat.

Kini semua kembali kepada aku..ingin seperti apa kedepannya..

Aku harus bisa berubah..

BLB ~ berubah lebih baik!!!!

Aku bisa dan harus bisa...

Ga ada yang mustahil. :)

Sabtu, 04 Januari 2014

Ost KDrama Fav

1. 4MEN - Only You (Gu Family Book OST)
2. Lee Sang Gon - My Love Is Hurt (Gu Family Book OST)
3. Lee Seung Gi- Last Word (Gu Family Book OST)
4. Baek Ji Young - Spring Rain (Gu Family Book OST)
5. BoA - Between Heaven And Hell (Shark OST)
6. Gyuri - I Will Wait (기다릴 거에요) [Nailshop Paris
7. Peppertones - CHANCE! (Dating Agency; Cyrano OST)
8. Junhyung B2ST & BTOB (Men In Black) 'After Time Passes (Monstar)

9. Xia Junsu - Foolish Heart (Mandate of Heaven)
10. Kim Seul Gi (ft.Jay park) - Rude Girl (She is Wow OST)
11. Chase - Nan Ah Jin (Special Affairs Team TEN 2 Ost)
12. Lim Jae Beum - Sorrow Song (Jang Ok Jung Ost)
13. ZIA - Dream on you (Jang Ok Jung Ost)
14. Tiffany - One Step Closer (All About My Romance OST)
15. Akdong Musician - I Love You (All About My Romance OST)
16. Shin Yong Jae - Normal Love (All About My Romance OST)
17. Baek ah yeon- Introduction to love (When a Man Falls in Love)
18. BTOB & B2ST - Bye Bye Love (When A Man's In Love OST)
19. Younha - Hello From Far Away (The Queen of Office OST)
20. 10cm - Maybe (The Queen of Office OST)
21. Beige - Just A Dream (Cruel Palace - War Of Flowers OST)
22. Lee Ji hye - Nine Scent (Nine : 9 Times Time Travel OST)
23. Tahiti - Molla Molla (Lee Soon Shin is the Best Ost)
24. So Yeong & Ji Hye - Parting is Come Again (Your Woman OST)
25. Taeyeon - And One (That Winter, The Wind Blows OST)
26. Yesung - Gray Paper (That Winter, the Wind Blows OST)
27.Gummy - Snowflake (That Winter, the Wind Blows OST)
28. Davichi - Don't You Know (IRIS 2 OST)
29. B2ST - Black Paradise (Iris 2 OST)
30. E.D.E.N. - Never Cry (Ad Genius Lee Tae Baek OST)
31. Seo In Young - You Are The Love (Incarnation of Money OST)
32. Junho ft. Taecyeon - The Way To You (Level 7 Civil Servant)
33. Led Apple - I'll Be There For You (Level 7 Civil Servant Ost)
34. Ailee - Ice Flower (Yawang OST)
35. Kim Nam Gil - You Don't Know (Queen of Ambition OST)
36. Lee Jung - Wish It Was You (Flower Boy Next Door OST)
37. Yoon Shi Yoon - I Want to Date You (Flower Boy Next OST)
38. J.Rabbit - Talkin' bout Love (Flower Boy Next Door OST)
39. Park Shin Hye - Pitch-Black (Flower Boy Next OST)
40. Baek Ah Yeon - Daddy Long Legs (Alice Cheongdamdong OST)
41. K.Will - Love Like This (Alice In Cheongdamdong OST)
42. Jeong Dong Ha - Just Look At You (I Miss You OST)
43. Wax - Tears Are Falling (I Miss You OST)
44. Changmin - A Person Like A Teardrop's (Jeon Woo Chi OST)
45. TOXIC - Just A Man In Love (Ad Genius Lee Tae Baek OST)
46. Kyuhyun - Just Once (The Great Seer OST)

== OST 2012

1. Taeyeon - Closer [To The Beautiful You]
2. Onew - In Your Eyes [To the beautiful you]
3. Eun Ji & Seo In Gook - Our Love Like This [replay 1997]
4. Kan Jong Wook - “39.5″ [May Queen]
5. Baek Ji Young - Love and Love [Arang and the Magistrate]
6. Song Jong Ki - Really [The Innocent Man]
7. Junsu (JYJ) - Love is Like Snow [The Innocent Man]
8. 4Men - Just Once [Queen In Hyun's Man]
9. Joo Hee - Another Time, Same Sky [Queen In Hyun's Man]
10. Tiffany (SNSD) - Because It's you [Love Rain]
11. 4Men - I couldn't [Bridal Mask]
12. Davichi – Because It's You [BIG]
13. Shin Yong Jae - Because My Steps Are Slow [Faith]
14. Junsu - I Don't Like Love [Rooftop Prince Ost]
15. Love Is Crying by K.Will [The King 2 Heart]
16. Lee Hyun - My Heartache [A Gentleman's Dignity]
17. Kim Jaejoong - Living Like A Dream [Time Slip Dr.jin]
18. Lee Young Hyun - Love Like This [Fashion King]
19. Junsu - I Don't Like Love [Rooftop Prince Ost]

Rabu, 01 Januari 2014

Awal..

1 januari 2014..

Sudah lewat 1 tahun tapi aku masih belum mengenal diriku sendiri. Aneh memang tapi itulah kenyataannya, aku kehilangan jati diri, tak tahu apa yg sedang aku cari sebenarnya apa. Tapi semoga ini bisa jadi awal bagiku untuk bisa memberi arti bagi hidupku paling tidak untuk keluargaku, orang tua serta adik-adikku.

Bismillah....
Aku melangkah
Untuk masa depan yang lebih cerah
Agar keluargaku bisa mendapatkan berkah
Ya allah maafkan hambamu ini
Berilah hamba kekuatan..kesabaran...agar hamba bisa menjadi hambamu yg lebih memberi arti bagi keluarga..dan orang-orang yang ada disekitar hamba.

|| tidak ada yang sia- sia ||
|| keep positive thinking ||

:)

Kamis, 19 Desember 2013

Untitled....

Ga ada yang mau hidup seperti ini...
Ga pernah terbayangkan dalam hidupku aku akan melewati jalan hidup seperti ini.
melewati masa kecil dengan impian-impian besar, namun semua hanya menjadi semua mimpi yang tak berujung, karena hingga saat ini semua itu masih berwujud mimpi.. tanpa adanya sebuah kepastian.
awalnya aku berusaha mencari salah siapa semua ini hingga aku harus melewati jalan "ini". waktu demi waktu aku lewati hingga akhirnya aku menyadari bahwa ini jalan yang aku buat sendiri, jalan yang tanpa aku sadari membuatku masuk ke sebuah lorong gelap yang entah dimana ujungnya. yang kubisa hanya meraba-raba karena semakin kesini aku semakin kehilangan arah, tak tahu apa dan siap yang aku cari. bahkan aku pun mulai kebingunan akan tujuan hidupku didunia ini untuk apa.

dan parahnya lagi " i've have problem to get closer to someone.. specially someone i like"
entah sejak kapan tapi aku sangat kesulitan sekali mencoba mencari seseorang bahkan mendekati seseorang saja pun aku tak tahu harus mulai dari mana....

aku tahu aku tak boleh begini terus..
tapi aku belum tahu harus mulai dari mana??? 

Rabu, 14 Agustus 2013

Sup Batu


 http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSMWKDwirFc4lALLuNCf7Vti96j5murx3DFr8NFLayadxiUgQDU



Suatu ketika, ada 3 orang serdadu yang baru kembali dari medan perang. Mereka tampak lelah dan kelaparan. Mereka, lalu mendatangi sebuah desa kecil, dan berharap mendapatkan sedikit makanan disana. Warga desa, yang telah lama menderita akibat perang dan perseteruan, kini tak lagi ramah. Mereka lalu malah cepat-cepat menyembunyikan semua bahan makanan, ketika melihat kedatangan serdadu itu. Warga desa, menggelengkan kepala sambil berkata bahwa mereka tak punya makanan sedikitpun buat tiga serdadu yang kelaparan tadi.

Ketiga serdadu, berbisik satu sama lain. Lalu, seorang serdadu menghampiri tetua desa, dan mengatakan sesuatu. "Tanah dan ladang mu, sudah tandus, dan tak memberikan hasil apapun. "Maka dari itu," ujar serdadu pertama, "kami akan memberikanmu sedikit yang kami punya. Yaitu, bagaimana membuat sup dari batu, untuk semua warga desa disini"

Sang tetua dan warga desa terkejut. Mereka lalu menyiapkan perapian dan meletakkan tungku yang paling besar, di tengah bongkah-bongkah kayu itu. Mereka mulai menyulut api, saat serdadu itu meletakkan tiga buah batu yang halus di dalam tungku yang telah berisi air. "Sepertinya, ini akan menjadi sup yang paling enak", kata serdadu yang kedua, "Namun, akan lebih lezat jika di tambahkan dengan bumbu dan sedikit penyedap rasa."

Beberapa warga beranjak dari duduknya, dan berseru, "Ah sepertinya aku punya sedikit garam untuk ditambahkan dalam sup itu." Saat warga desa itu bergegas, beberapa yang lain, juga melakukan hal yang sama. Tak lama kemudian, mereka semua kembali dengan beberapa barang: bumbu, wortel dan daun bawang, makaroni, roti, keju, dan bahkan ada yang membawa sekerat daging. Ada juga yang membawa sebotol anggur untuk diminum. Bahan-bahan itu lalu mulai dicampurkan. Semuanya berkumpul mengelilingi tungku yang mulai mendidih itu.

Sup "ajaib" itu pun selesai. Serdadu ketiga mengambil sebuah sendok, dan mencicipi masakan itu. "Ah, sungguh sedap. Mari kita makan bersama." Mereka semua lalu makan bersama, menari dan bernyanyi hingga malam, bersama dengan teman-teman baru mereka.

Saat pagi menjelang, ketiga serdadu itu mendapati, semua warga desa berdiri di depan mereka. Didepannya tersaji roti dan keju terbaik yang ada di desa. "Kami semua berterima kasih kepada kalian, sebab, telah mau memberikan pemberian yang terbaik buat kami, warga desa. Kami tak akan melupakan rahasia membuat sup dari batu ini. Kemudian, serdadu yang ketiga menyeruak di tengah kerumunan. "Sebenarnya tak ada rahasia membuat sup. Semuanya telah jelas. Hanya dengan kebersamaanlah kita akan mampu menciptakan kebahagiaan. Dengan saling berbagilah kita akan dapat menikmati hidup ini lebih baik.

Akhirnya, semua serdadu itu mohon diri, dan kembali berjalan. Untuk terus membagikan: "rahasia membuat sup dari batu."

Nasi Bungkus....


Di suatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang 10 tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan di sebuah lampu merah perempatan jalan di Bandung . Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut, ia menyapa akrab setiap orang, dari tukang koran , penyapu jalan, tuna wisma sampai Pak Polisi.

Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ? “Kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau ? Untuk membunuh rasa penasaranku, aku pun membuntuti si anak kecil sampai di sebrang jalan, setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang.

”Dek, boleh kakak bertanya ?” tanyaku.
“Silahkan kak” jawab adik kecil.
“Kalau boleh tahu yang barusan Adik bagikan ketukang koran, tukang sapu, peminta-minta
bahkan pak polisi, itu apa ?” tanyaku dengan heran.
“Oh.. itu bungkusan nasi dan sedikit lauk kak, memang kenapa kak?” dengan sedikit heran,
sambil ia balik bertanya.
”Oh... tidak. Kakak cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu, kelihatan kamu sudah terbiasa dan cukup akrab dengan mereka. Apa kamu sudah lama kenal dengan mereka?”

Lalu, Adik kecil ini mulai bercerita,
“Dulu… aku dan ibuku sama seperti mereka hanya seorang tuna wisma, setiap hari bekerja hanya mengharapkan belaskasihan banyak orang, dan seperti kakak ketahui hidup di Jakarta begitu sulit, sampai kami sering tidak makan, waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan.”

“Apabila kami mengingat waktu dulu…  kami sangat sedih, namun setelah ibuku membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik. Maka dari itu ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah seperti kita dulu, jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup, kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka.”

”Yang ibuku selalu katakan ‘hidup harus berarti buat banyak orang ‘,
karena pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa,
hanya satu yang kita bawa yaitu kasih kepada sesama serta Amal dan Perbuatan baik kita,
kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat banyak orang , kenapa harus ditunda.”

”Karena menurut ibuku umur manusia terlalu singkat, hari ini kita memiliki segalanya, namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta, apa yang kita bawa?”

Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hatiku, saat itu juga aku merasa menjadi orang yang tidak berguna, bahkan aku merasa tidak lebih dari seonggok sampah yang tidak ada gunanya, dibandingkan adik kecil ini.

Aku yang selama ini merasa menjadi orang hebat dengan pendidikan dan jabatan tinggi,
namun untuk hal seperti ini, aku merasa lebih bodoh dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. Ya.. Tuhan,  ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepadaMu.

Hanya Kasih yang sempurna serta Iman dan Pengharapan kepada-Mu lah yang dapat mengiringiku masuk ke Surga. Terima kasih adik kecil, kamu adalah malaikat ku yang menyadarkan aku dari tidur nyenyakku.

...

Sahabat yang hebat...
Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan...

Janganlah ragu , mulailah dari sekarang membiasakan diri berbagi dan memberi walaupun itu untuk perkara-perkara kecil ....MALULAH kita kepada TUHAN , berapa besar rizki yang DIA berikan untuk kita dan BERAPA BANYAK yang kita berikan untuk NYA ....?

Minggu, 30 Juni 2013

Avatar.....

mungkin sebagian besar orang udah pada nonton "AVATAR"...

dan bukan ga mungkin lagi klo reaksi orang-orang sama film itu pasti positif(mostly... :) ).
keren banget... fantastik...or anything... itulah kata-kata yang terucap saat kita share film ini ama temen-temen kita. tapi nyatanya banyak yang terlewatkan oleh kita, i mean like pesan moral yang bisa kita dapatkan di film ini, saya bisa mengerti coz"at first" kita terlanjur terbius oleh keindahan "pandora" dan makhluk-makhluk unik yang hidup disana. tapi setelah nonton kedua kalinya(baru 2 kali nonton hehehe....)saya dapetin makna film ini (just my opinion).

first : siapa seeh yang gak mau bisa hidup normal setelah perang mengambil kaki jake sully . ketika saudara kembarnya meninggal jake lah satu2 nya harapan untuk menjalankan "avatar" yang tadinya dipersiapkan untuk saudaranya yang meninggal karena jake memiliki DNA dll yang sangat mirip dengan saudaranya tsb. keinginan untuk berjalan kembali membuat jake tanpa pikir panjang menerima tawaran itu (meskipun program avatar ini hanya menggunakan pikiran untuk meggerakkannya tapi jake bisa merasakan semua yang avatarnya lakukan atau yg terjadi pada avatarnya tsb) .
tapi apa yang terjadi setelah jake membaur dengan kaum "na'vi"??
jake jatuh cinta dengan hutannya...dia jatuh cinta dengan masyarakatnya...dan dia jatuh cinta dengan putri kepala suku.....
ketika perasaan manusia dihadapkan pada dua pilihan, pribadi dan perusahaan maka tanpa pikir panjang jake memilih untuk menyelamatkan na'vi,dimana jake sudah merasa bersatu dengan tubuh avatarnya dan merasa sudah nyaman dengan dunia navi yang begitu mengagungkan kedamaian di dunianya.

makna yang bisa diambil dari deskripsi diatas adalah sebagai manusia sempurnanya seseorang tak bisa di ukur dari fisik atau pun dari apa yang dimiliki manusia tersebut...bukan berarti kita harus pasrah dengan apa yang kita miliki atau yang telah terjadi pada kita, tapi yang perlu kita ingat adalah sebuah proseslah yang akan membuat kita sempurna buka hasil yang kita dapatkan. buat apa jika kita dapatkan kesempurnaan lewat jalan pintas kalau hanya untuk sesaat kita nikmati.... dan yang paling penting adalah dalam sebuah proses menuju kesempurnaan (atau apapun yang kita cari) kita harus menjadi diri kita sendiri... jangan menjadi orang lain (avatar)....

second : tanpa sadar film ini juga menggambarkan sifat manusia yang tak pernah puas(termasuk saya sendiri,karena saya juga manusia ehehhe...) dimana manusia melakukan penjajahan hanya untuk mengambil sumber mineral yang dapat menguntungkan sendiri. mereka tak segan untuk membunuh kaum navi hanya untuk mengambil mineral tsb.

tanpa sadar makhluk avatar dan binatang2 yang ada di film itu telah memanusiakan kita akan arti sebuah kemanusiaan yang sebenarnya.... kedamaian,kebersamaan,kasih sayang.....dan seperti yang yang dikatakan neytiri "balance"..keseimbangan alam akan menciptakan kedamaian...dimana kita harus tahu diri,setelah kita mengambil sumber daya alam kita juga harus ada timbal balik dengan melestarikan alam kita di bumi ini...tapi karena keegoisan manusia bisa kita lihat bumi kita sekarang...begitu banyak bencana alam yang terjadi...tak perlu jauh-jauh di indonesia saja kita bisa lihat dan bahkan mungkin sudah bisa merasakan apa hasil yang di dapatkan dari ketidakseimbangan......

Refuse to Grow Up....

ga ada yang namanya kebetulan di dunia ini...semua sudah ada suratan takdirnya. atau yang lebih kerennya setiap orang sudah ada skenarionya masing-masing. there's always an option, even masing-masing punya skenario bukan berarti kita tidak bisa memilih jalan yang menurut kita terbaik.
semua kembali kepada pribadi masing-masing.
just like me yang masih tidak bisa menentukan jalanku sendiri, meskipun secara angka sudah tidak dikatakan muda lagi. entahlah coz i'm still refuse to grow up.

Rabu, 07 September 2011

A New Beginning :)

Malam kawan....
Mulai hari ini aq mo nyobain saran temen (lebih tepatnya tante hehehe...) untuk mulai menulis semua hal-hal yang terjadi disekitar aq...lingkungan kerja, kos, main dll..
Beruntungnya aq kerja di bidang yang langsung berhadapan dengan begitu banyak orang setiap harinya..dengan berbagai karakter, gaya bicara, gaya berpakaian dll..
Bahkan terkadang aq suka nemuin 1 sifat yang sedikitnya sama dengan aq hehehe...
Well...baru itu aja ah ntar cerita yang selanjutnya bakalan aq share yupz kawan's... makasih yang udah mampir ke blog simple ini...
Blog ini hanya sekedar penyaluran hobi lama yang hampir terlupakan seiring bertambahnya usia yang membuat bertambah juga aktifitas...

Moga aja aq bisa tetep nulis....
Keep Writing and smiling...positive thinking and u will find something...

Kamis, 21 Juli 2011

Bibit Kacang HIjau

Alkisah sebuah perusahaan telekomunikasi di Italia sedang mencari satu tenaga teknis untuk menangani salah satu departemen dari perusahaan tersebut

Begitu banyak yang datang melamar dan menjalani ujian tertulis. Namun sesudah ujian tertulis ini, semua peserta diberi pekerjaan rumah, setiap orang diberi semangkok bibit kacang hijau u/ disemayamkan. Dan setelah jangka waktu yang diberikan setiap orang harus membawa kembali bibit kacang hijau yang telah tumbuh segar ke perusahaan tersebut. Siapa yang berhasil merawat kacang yang tumbuh paling segar akan memperoleh posisi pekerjaan yang dikejar banyak orang karena memberikan jaminan gaji yang tinggi.

Setelah jangka waktu yang diberikan itu para peserta ujian kembali lagi ke perusahaan sambil membawa bibit kacang hijau yang telah bertumbuh segar menghijau. Setiap orang memamerkan hasil usaha mereka dan dalam hati berharap bahwa ia akan memperoleh posisi yang bagus tersebut. Nampak seketika bahwa team penilai akan sulit memutuskan siapa yang jadi pemenangnya karena semua membawa bibit kacang hijau yang telah bertumbuh itu sama bagus dan sama segarnya.

Setelah diabsensi ternyata satu orang tidak muncul ditengah para peserta. Sang manager perusahaan lalu menelepon pelamar yang tak hadir itu dan menanyakan alas an ketidak-hadirannya.

Orang tersebut dengan penuh penyesalan serta rasa bersalah memberikan alas an ketidak-hadirannya saat ini. Ia mengatakan bahwa bibit yang diberikan itu hingga saat ini belum bertumbuh pada hal ia sudah berusaha memberi pupuk, air yang cukup. Semua persyaratan yang dibutuhkan agar bibit kacang hijau bertumbuh subur telah dipenuhinya, namun anehnya, bibit tersebut seakan berkepala keras tak mau bertumbuh.

“ Saya berpikir bahwa saya pasti gagal untuk memperoleh posisi dalam perusahaan telekomunikasi ini. Karena itu saya memutuskan untuk tidak datang hari ini ke perusahaan bapak.” Dan justru disaat ketika orang itu akan meletakan gagang teleponnya, sang manager memberikan kata-kata yang sungguh diluar dugaannya; “engkaulah satu-satunya yang diterima perusahaan kami. ” Orang itu heran dan kaget tak percaya.

Sesungguhnya, bibit kacang hijau yang dibagikan kepada para peserta tersebut adalah bibit yang telah diproses sehingga tak bisa bertumbuh lagi. Perusahaan akan dengan mudah mengetahui peserta mana yang jujur. Dan ternyata hanya seorang yang tak mampu membawa bibit kacang hijau yang telah tumbuh. Dan dialah orang yang dipilih itu.

“INILAH PRINSIP KAMI, NILAI MORAL DALAM PEKERJAAN LEBIH DITINGGIKAN KETIMBANG KEBERHASILAN DALAM BEKERJA, KARENA JIKA NILAI MORALNYA TINGGI MAKA KEBERHASILAN PUN AKAN MENGIKUTINYA”

Demikian sang manager menjelaskan.


Semoga bermanfaat u/ para pembaca

PEMBERIAN TERBAIK

Bersama keluarganya. Mereka menetap di sebuah kerajaan yang besar, dengan raja yang adil dan bijaksana. Beruntunglah siapa saja yang tinggal disana. Tanahnya subur, keadaannya pun aman dan sentosa. Semuanya hidup berdampingan, tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana.

Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah. Tak lupa ia membawa bajak dan kerbau peliharaannya. Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja. Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. "Inilah hartaku yang paling berharga", demikian gumam petani itu dalam hati, sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya.

Tak seperti biasa, tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang menghampiri petani itu. Tampak pemimpin pasukan yang maju, lalu berkata, "Berikan bajak dan kerbaumu kepada kami. "Ini perintah Raja!". Suara itu terdengar begitu keras, mengagetkan petani itu yang tampak masih
kebingungan.

Petani itu lalu menjawab, "Untuk apa, sang Raja menginginkan bajak dan kerbauku? "Ini adalah hartaku yang paling berharga, bagaimana aku bisa bekerja tanpa itu semua. Petani itu tampak menghiba, memohon agar diberikan kesempatan untuk tetap bekerja. "Tolonglah, kasihani anak dan istriku...berilah kesempatan sampai besok. Aku akan membicarakan dengan keluargaku..."

Namun, pemimpi pasukan berkata lagi, "Kami hanya menjalankan perintah dari Baginda. Terserah, apakah kau mau menjalankannya atau tidak. Namun, ingatlah, kekuasaannya sangat kuat. "Petani semacam kau tak akan mampu melawan perintahnya." Akhirnya, pasukan itu berbalik arah, dan kembali ke arah istana.

Di malam hari, petani pun menceritakan kejadian itu dengan keluarganya. Mereka tampak bingung dengan keadaan ini. Hati bertanya-tanya, "Apakah baginda sudah mulai kehilangan kebijaksanaannya? Kenapa baginda tampak tak melindungi rakyatnya dengan mengambil bajak dan kerbau kita? Gundah, dan resah melingkupi keluarga itu. Namun, akhirnya, mereka hanya bisa pasrah dan memilih untuk menyerahkan kedua benda itu kepada raja.

Keesokan pagi, sang petani tampak pasrah. Bersama dengan bajak dan kerbaunya, ia melangkah menuju arah istana. Petani itu ingin memberikan langsung hartanya yang paling berharga itu kepada Raja. Tibalah ia di halaman Istana, dan langsung di terima Raja. "Baginda, hamba hanya bisa pasrah. Walaupun hamba merasa sayang dengan harta itu, namun hamba ingin membaktikan diri kepada Baginda. Duli Paduka, terimalah pemberian ini...."

Baginda Raja tersenyum. Sambil menepuk kedua tangannya, ia tampak memanggil pengawal. "Pengawal, buka selubung itu!! Tiba-tiba, terkuaklah selubung di dekat taman. Ternyata, disana ada sebuah bajak yang baru dan kerbau yang gemuk. Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh, dengan urat-urat kayu yang mengkilap. Begitupun kerbau, hewan itu begitu gemuk, dengan kedua kaki yang tegap.

Sang Petani tampak kebingungan. Baginda mulai berbicara, "Sesungguhnya, aku telah mengenal dirimu sejak lama. Dan aku tahu kau adalah petani yang rajin dan baik. Namun, aku ingin mengujimu dengan hal ini. Ternyata, kau memang benar-benar hamba yang baik. Engkau rela memberikan hartamu yang paling berharga untukku. Maka, terimalah hadiah dariku. Engkau layak menerimanya...."

Petani itu pun bersyukur dan ia pun kembali pulang dengan hadiah yang sangat besar, buah kebaikan dan baktinya pada sang Raja.

***

Teman, bisa jadi, tak banyak orang yang bisa berlaku seperti petani tadi.
Hanya sedikit orang yang mau memberikan harta yang terbaik yang dimilikinya kepada yang lain.
Namun, petani tersebut adalah satu dari orang-orang yang sedikit itu.
Dan ia, memberikan sedikit pelajaran buat kita.

Sesungguhnya, Tuhan sering meminta kita memberikan terbaik yang kita punya untuk-Nya.
Tuhan, sering memerintahkan kita untuk mau menyampaikan yang paling berharga, hanya ditujukan pada-Nya. Bukan, bukan karena Tuhan butuh semua itu, dan juga bukan karena Tuhan kekurangan.
Namun karena sesungguhnya Tuhan Maha Kaya, dan Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya.

Tuhan sedang menguji, apakah hamba-Nya adalah bagian dari orang-orang yang beriman dan mau bersyukur.
Tuhan sedang menguji, apakah ada dari hamba-hamba-Nya yang mau menafkahkan harta di jalan-Nya.
Dan Tuhan, pasti akan memberikan balasan atas upaya itu dengan pemberian yang tak akan kita bayangkan.
Imbalan dan pahala yang akan kita terima, sesungguhya akan mampu membuat kita paham,
bahwa Tuhan memang Maha Pemberi Kemuliaan.

Dan teman, mari kita berikan yang terbaik yang kita punya kepada-Nya.
Marilah kita tujukan waktu, kerja dan usaha kita yang terbaik hanya kepada-Nya.
Karena sesungguhnya memang, kita tak akan pernah menyadari balasan apa yang akan kita terima atas semua itu.

Tuhan selalu punya banyak cara-cara rahasia untuk memberikan kemuliaan bagi hamba-Nya.
Dan Dia akan selalu memberikan pengganti yang lebih baik untuk semua yang ikhlas kita berikan pada-Nya.

I’M AN ACTOR.. NOT REACTOR

Dua orang ibu memasuki toko pakaian dan membeli baju seragam anaknya. Ternyata pemilik tokonya sedang bad mood sehingga tidak melayani dengan baik, malah terkesan buruk, tidak sopan dengan muka cemberut.

Ibu pertama jelas jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu. Yang mengherankan, ibu kedua tetap enjoy bahkan bersikap sopan kepada penjualnya.

Ibu pertama bertanya, “Mengapa ibu bersikap demikian sopan pada penjual menyebalkan itu?” Ibu kedua menjawab, “Mengapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah penentu atas hidup kita, bukan orang lain.”

Tapi ia melayani buruk sekali”, bantah ibu pertama. “Itu masalah dia. Kalau dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dsb.. toh tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung-jawab atas diri kita,” jelas ibu kedua.

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain pada kita. Kalau orang melakukan hal buruk, kita akan membalasnya dengan yang lebih buruk lagi, begitupula sebaliknya.

Kalau orang tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba bisa menjadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang tersebut. Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan orang lain.

Kalau direnungkan, sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita. Mengapa untuk berbuat baik saja, harus menunggu untuk diperlakukan baik oleh orang lain dulu?

Jagalah suasana hati sendiri, jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak. Kitalah sang penentu yang sesungguhnya. I’m an Actor.. Not Reactor..

ASAL USUL UMUR KITA

Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi.
Tuhan berkata kepada sang sapi: “ Hari ini kuciptakan kau sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja dibawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun.”
Sang Sapi keberatan, “Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun.”
 Maka setujulah Tuhan.

Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet.
“Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!”
 Sang monyet menjawab "What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu"
Maka setujulah Tuhan.

Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing.
“Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun.”
Sang anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun? No way..! Kukembalikan 10 tahun padamu.”
Maka setujulah Tuhan.



Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia.
Sabda Tuhan: "Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya. Akan kuberikan umur sepanjang 25 tahun!
Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan selama 25 tahun?
 Itu terlalu pendek Tuhan.”

“Let's make a deal. Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun, dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun. Setuju ?"
Maka setujulah Tuhan.

Akibatnya...
Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan kita makan, tidur dan bersenang-senang 30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita 10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur.

Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu, dan menggonggong kepada orang yang lewat Uhuk, uhuk (batuk)...
“Eh, Cu.. ambilkan minum cu.......”

Hidup adalahh.....

Hidup adalah ...

Hidup adalah masalah pilihan...
Memilih untuk bahagia atau untuk sengsara
Memilih untuk dipulihkan atau untuk menyimpan kepahitan
Memilih untuk mengampuni atau untuk mendendam

Hidup adalah masalah pilihan...
Kebahagian semu bisa anda dapatkan, yang sejati tak jauh dari jangkauan
Cinta kasih bisa anda miliki, namun dendam dan amarah juga bisa anda alami
Persahabatan nan indah bukan impian, penghianatan dan kepahitan mungkin anda dapati

Hidup adalah masalah pilihan...
Mengenai bagaimana anda menjalani hidup
Mengenai bagaimana anda menghabiskan seluruh waktu
Mengenai bagaimana anda mencapai impian
Dan mengenai bagaimana anda memandang kehidupan

Ada orang yang menganggap kehidupan sebagai angin yang berhembus
Banyak yang datang dan yang pergi
Tak dapat ditebak, dan tak dapat diselami
Ada pula yang menganggap kehidupan sebagai medan peperangan
Dimana ia harus berjuang tanpa henti, tanpa kedamaian di hati

Sementara yang lain menganggap kehidupan sebagai kutukan dari Yang Kuasa
Hidup tak lagi berarti bagi dirinya
Ratap tak pernah jauh dari mulutnya
Air mata mengalir siang dan malam, sebab hanyalah duka nestapa yang ada

Namun…
Orang yang berbahagia menganggap kehidupan seperti emas yang mulia
Harta nan sangat berharga
Anugerah Ilahi yang tak tertandingi
Dijalaninya hidup, dengan asa dan impian
Berjalan dalam jalan Sang Pencipta, berserah sepenuhnya
Melangkah setapak demi setapak, sampai didapatinya mahkota kemulianya

Hidup adalah masalah pilihan
Yang manakah yang anda pilih ?
Tanyakanlah pada diri anda sendiri
Dan jalanilah hidup anda……….

5 Kualitas Pensil

Melihat Neneknya sedang asyik menulis Adi bertanya, "Nenek sedang menulis apa?"

Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, "Adi cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Adi. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Adi dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti."

"Apa maksud Nenek bahwa Adi harus dapat menjadi seperti sebuah pensil? Lagipula sepertinya pensil itu biasa saja, sama seperti pensil lainnya," jawab Adi dengan bingung.

Nenek tersenyum bijak dan menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana Adi melihat pensil ini. Tahukah kau, Adi, bahwa sebenarnya pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup."

"Apakah Nenek bisa menjelaskan lebih detil lagi padaku?" pinta Adi

"Tentu saja, Adi" jawab Nenek dengan penuh kasih

"Kualitas pertama, pensil dapat mengingatkanmu bahwa kau bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kau jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil yang kita pakai. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil itu akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga denganmu, dalam hidup ini kau harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".

"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga Adi, kau harus sadar kalau apapun yang kau perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".

"Nah, bagaimana Adi? Apakah kau mengerti apa yang Nenek sampaikan?"

"Mengerti Nek, Adi bangga punya Nenek hebat dan bijak sepertimu."

Begitu banyak hal dalam kehidupan kita yang ternyata mengandung filosofi kehidupan dan menyimpan nilai-nilai yang berguna bagi kita. Semoga memberikan manfaat.

Berat Do'a

Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.

John Longhouse, si pemilik supermarket mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya.

" Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang." John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut.
" Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi," alasannya.

Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata: "Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini."
Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, " Tidak perlu, Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis. Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja?"

" Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.
" Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan dan saya akan
memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut."

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala
tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan. Mata si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah. Ia menatap pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya pada yang aku lihat."

Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.

Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak tahan, si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si Ibu kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek:
" Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu."

Si Pemilik Toko terdiam. Si Ibu, Louise, berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar kepadanya. Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak.
Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.

Minggu, 17 Juli 2011

Kopi Asin...

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta. Si Gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si Gadis. Sedangkan si Pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si Gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si Gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si Pria itu, si Gadis mengiyakan ajakannya. Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si Pria sangat gugup untuk berkata apa-apa. Suasana hening ini berlangsung cukup lama, dan akhirnya si Gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang aja yuk...?!?".

Namun, tiba-tiba si Pria meminta sesuatu pada sang Pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan heran ke arah si Pria, aneh sekali!!. Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya. Si Gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?", si Pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini.
Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen kepada orang tua saya yang masih tinggal di sana."

Begitu berkata kalimat terakhir, mata si Pria mulai berkaca-kaca, dan si Gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si Gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si Gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya.

Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat dan akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si Gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli .. betul-betul seseorang yang sangat baik. Si Gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu! Untung ada kopi asin!!

Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, si Gadis menikah dengan si Pria dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat si gadis membuat kopi untuk si Pria, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.

Setelah 40 tahun, si Pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu ... tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.

Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.

Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.”

Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab dengan yakin, "Rasanya manis !! "

Kadang Anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat Anda tentang seseorang itu bukan seperti yang Anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi. Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.

Hidup adalah sebuah seni hidup yang teramat indah, nikmatilah dengan tanggung jawab dan rasa syukur. Apapun kelebihan dan kekurangan pasangan anda, kalau Anda tengah mulai punya pasangan terimalah kekurangan-kekurangan pasangan Anda dengan bijaksana.

Pemberian Tuhan yang Tersia...

Disebuah desa terpencil di pesisir sungai di Siera Lion Africa, hiduplah seorang kakek tua yang sudah 5 tahun hidup sebatang kara.Keyakinan dan keteguhan hatinya kepada Tuhan, membuat dia bertahan hidup meski hanya memiliki beberapa helai pakaian, sepatu tua , selimut, dan beberapa Topi hasil anyamannya. Kesehariannya dihabiskan dengan merawat sebuah gedung tua yang tak berpenghuni. Sesekali dia mengunjungi taman kanak kanak terdekat dan berbagi keceriaan untuk anak anak disana.

Suatu hari yang Malang, terjadilah bencana . Pada awalnya hanyalah setampak mendung dan petir mengiringi hujan pada malam itu. Tetapi kemudian Awan mendung tersebut kian pekat, dan petir semakin murka. Hujan semakin lebat dan gemuruh kian dahsyat bersahutan. Dan tanpa diduga Air bah pun tumpah ruah dari bibir sungai dan menyapu rumah-rumah di pesisir sungai. Orang –orang berusaha menyelamatkan diri dan keluarga mereka masing-masing. Kacau balau.. menakutkan...

Bencana itu pun membangunkan kakek tua dari tidurnya dan bergegas menyelamatkan diri. Namun ketika dia hendak mencari arah untuk menyelamatkan dirinya, dia terjebak dalam genangan air yang deras dan dalam. hanya ada sebuah pohon Oak tua yang dia anggap cukup mudah diraih dah dijadikan tempat berlindung olehnya. Kemudian kakek tua renta itupun memanjat dengan sekuat tenaga dan berdiri di puncak pohon.
Dengan nada suara tertatih, penuh takut, kakek tua itupun berseru dengan sepenuh hati berseru kepada Tuhan. ”ya Tuhan... Tolong hamba.. selamatkan hamba ya Tuhanku...” seru doa kakek tua. Air mata dan desahan tangis kakek tua itupun memecah deruan badai.
Tak lama kemudian datanglah sebuah perahu bantuan yang sudah berisikan orang-orang yang berhasil di eksekusi oleh bala bantuan. Awak perahu berseru ” pak tua.. ayo turun.. melompatlah.. perahu masih muat.. ”. Lalu kakek itu menjawab ” Tidak.. aku mau menunggu bantuan dari Tuhanku.. aku yakin Tuhanku akan menyelamatkanku..” .Beberapa kali awak perahu itu mencoba meyakinkannya. namun Ia bersikeras menunggu di pucuk pohon. Tak lama kemudian setelah perahu bantuan pertama meninggalkannya, dia pun berseru kembali.. ”Tuhanku...tolong hamba.. selamtkan hamba ya Tuhan.” lalu sebuah Perahu bantuan yang lain pun melihatnya dan mengajaknya untuk bergabung. Namun sama halnya dengan perahu sebelumnya, si kakek tua tetap menolak dengan keyakinnya menunggu bantuan dari Tuhan. Awak perahu yang sudah berkali-kali meyakinkan itupun berlalu meninggalkan dia di pucuk pohon. Badai dan air Bah kian ganas. Kakek tua masih bertahan di pucuk pohon. Lalu dia berseru lagi.. ”Tuhan.. kenapa Engkau tidak menolong hamba.. hamba percaya padaMu ya Tuhan.. tolonglah hamba..” tak lama kemudian Perahu bantuan yang ketiga pun melewati, dan berusaha mengajak Kakek tua untuk bergabung. Berkali-kali awak perahu meyakinkannya untuk segera bergabung dengan korban selamat lainnya. Namu kakek tua masih setia menunggu Tuhannya untuk membantunya. Lalu dengan berat hati awak perahu itupun meninggalkannya.

Akhirnya Badai pun kian mengamuk dan Air bah kian menggila dan menghempaskan semua yang masih tersisa. Termasuk pohon oak yang menjadi persinggahan terakhir si kakek tua tersebut. Sungguh malang nasib kakek tua itu. Dia pun terseret arus dan entah kemana Air bah nan dahsyat itu membawanya beserta pohon oak yang menjadi tempatnya berlindung. Air bah itupun menuju Muara dan beruntungnya pohon itu tidak tenggelam. Seolah Tuhan merubah pohon itu sebegitu ringan, sehingga dia hanya mengambang dan menopang tubuh si kakek tua yang pingsan karena shock.
Apa anda mengira Tuhan itu terlambat menolongnya???? TIDAK..

KARENA PERAHU PERAHU YANG DIA ABAIKAN ITU JUSTRU ADALAH JAWABAN DARI DOA-DOANYA SEWAKTU DI PUNCAK POHON...

Tuhan tidak pernah meninggalkan hambanya yang berseru dan percaya kepadanya.. manfaatkan kesempatan yang ada. Jangan sia siakan.. ORA ET LABORA.. BEKERJA SAMBIL BERDOA....