Pages

Labels

Pengikut

Search

Copyright Text

Rabu, 14 Agustus 2013

Nasi Bungkus....


Di suatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang 10 tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan di sebuah lampu merah perempatan jalan di Bandung . Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut, ia menyapa akrab setiap orang, dari tukang koran , penyapu jalan, tuna wisma sampai Pak Polisi.

Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ? “Kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau ? Untuk membunuh rasa penasaranku, aku pun membuntuti si anak kecil sampai di sebrang jalan, setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang.

”Dek, boleh kakak bertanya ?” tanyaku.
“Silahkan kak” jawab adik kecil.
“Kalau boleh tahu yang barusan Adik bagikan ketukang koran, tukang sapu, peminta-minta
bahkan pak polisi, itu apa ?” tanyaku dengan heran.
“Oh.. itu bungkusan nasi dan sedikit lauk kak, memang kenapa kak?” dengan sedikit heran,
sambil ia balik bertanya.
”Oh... tidak. Kakak cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu, kelihatan kamu sudah terbiasa dan cukup akrab dengan mereka. Apa kamu sudah lama kenal dengan mereka?”

Lalu, Adik kecil ini mulai bercerita,
“Dulu… aku dan ibuku sama seperti mereka hanya seorang tuna wisma, setiap hari bekerja hanya mengharapkan belaskasihan banyak orang, dan seperti kakak ketahui hidup di Jakarta begitu sulit, sampai kami sering tidak makan, waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan.”

“Apabila kami mengingat waktu dulu…  kami sangat sedih, namun setelah ibuku membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik. Maka dari itu ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah seperti kita dulu, jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup, kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka.”

”Yang ibuku selalu katakan ‘hidup harus berarti buat banyak orang ‘,
karena pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa,
hanya satu yang kita bawa yaitu kasih kepada sesama serta Amal dan Perbuatan baik kita,
kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat banyak orang , kenapa harus ditunda.”

”Karena menurut ibuku umur manusia terlalu singkat, hari ini kita memiliki segalanya, namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta, apa yang kita bawa?”

Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hatiku, saat itu juga aku merasa menjadi orang yang tidak berguna, bahkan aku merasa tidak lebih dari seonggok sampah yang tidak ada gunanya, dibandingkan adik kecil ini.

Aku yang selama ini merasa menjadi orang hebat dengan pendidikan dan jabatan tinggi,
namun untuk hal seperti ini, aku merasa lebih bodoh dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. Ya.. Tuhan,  ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepadaMu.

Hanya Kasih yang sempurna serta Iman dan Pengharapan kepada-Mu lah yang dapat mengiringiku masuk ke Surga. Terima kasih adik kecil, kamu adalah malaikat ku yang menyadarkan aku dari tidur nyenyakku.

...

Sahabat yang hebat...
Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan...

Janganlah ragu , mulailah dari sekarang membiasakan diri berbagi dan memberi walaupun itu untuk perkara-perkara kecil ....MALULAH kita kepada TUHAN , berapa besar rizki yang DIA berikan untuk kita dan BERAPA BANYAK yang kita berikan untuk NYA ....?

Minggu, 30 Juni 2013

Avatar.....

mungkin sebagian besar orang udah pada nonton "AVATAR"...

dan bukan ga mungkin lagi klo reaksi orang-orang sama film itu pasti positif(mostly... :) ).
keren banget... fantastik...or anything... itulah kata-kata yang terucap saat kita share film ini ama temen-temen kita. tapi nyatanya banyak yang terlewatkan oleh kita, i mean like pesan moral yang bisa kita dapatkan di film ini, saya bisa mengerti coz"at first" kita terlanjur terbius oleh keindahan "pandora" dan makhluk-makhluk unik yang hidup disana. tapi setelah nonton kedua kalinya(baru 2 kali nonton hehehe....)saya dapetin makna film ini (just my opinion).

first : siapa seeh yang gak mau bisa hidup normal setelah perang mengambil kaki jake sully . ketika saudara kembarnya meninggal jake lah satu2 nya harapan untuk menjalankan "avatar" yang tadinya dipersiapkan untuk saudaranya yang meninggal karena jake memiliki DNA dll yang sangat mirip dengan saudaranya tsb. keinginan untuk berjalan kembali membuat jake tanpa pikir panjang menerima tawaran itu (meskipun program avatar ini hanya menggunakan pikiran untuk meggerakkannya tapi jake bisa merasakan semua yang avatarnya lakukan atau yg terjadi pada avatarnya tsb) .
tapi apa yang terjadi setelah jake membaur dengan kaum "na'vi"??
jake jatuh cinta dengan hutannya...dia jatuh cinta dengan masyarakatnya...dan dia jatuh cinta dengan putri kepala suku.....
ketika perasaan manusia dihadapkan pada dua pilihan, pribadi dan perusahaan maka tanpa pikir panjang jake memilih untuk menyelamatkan na'vi,dimana jake sudah merasa bersatu dengan tubuh avatarnya dan merasa sudah nyaman dengan dunia navi yang begitu mengagungkan kedamaian di dunianya.

makna yang bisa diambil dari deskripsi diatas adalah sebagai manusia sempurnanya seseorang tak bisa di ukur dari fisik atau pun dari apa yang dimiliki manusia tersebut...bukan berarti kita harus pasrah dengan apa yang kita miliki atau yang telah terjadi pada kita, tapi yang perlu kita ingat adalah sebuah proseslah yang akan membuat kita sempurna buka hasil yang kita dapatkan. buat apa jika kita dapatkan kesempurnaan lewat jalan pintas kalau hanya untuk sesaat kita nikmati.... dan yang paling penting adalah dalam sebuah proses menuju kesempurnaan (atau apapun yang kita cari) kita harus menjadi diri kita sendiri... jangan menjadi orang lain (avatar)....

second : tanpa sadar film ini juga menggambarkan sifat manusia yang tak pernah puas(termasuk saya sendiri,karena saya juga manusia ehehhe...) dimana manusia melakukan penjajahan hanya untuk mengambil sumber mineral yang dapat menguntungkan sendiri. mereka tak segan untuk membunuh kaum navi hanya untuk mengambil mineral tsb.

tanpa sadar makhluk avatar dan binatang2 yang ada di film itu telah memanusiakan kita akan arti sebuah kemanusiaan yang sebenarnya.... kedamaian,kebersamaan,kasih sayang.....dan seperti yang yang dikatakan neytiri "balance"..keseimbangan alam akan menciptakan kedamaian...dimana kita harus tahu diri,setelah kita mengambil sumber daya alam kita juga harus ada timbal balik dengan melestarikan alam kita di bumi ini...tapi karena keegoisan manusia bisa kita lihat bumi kita sekarang...begitu banyak bencana alam yang terjadi...tak perlu jauh-jauh di indonesia saja kita bisa lihat dan bahkan mungkin sudah bisa merasakan apa hasil yang di dapatkan dari ketidakseimbangan......

Refuse to Grow Up....

ga ada yang namanya kebetulan di dunia ini...semua sudah ada suratan takdirnya. atau yang lebih kerennya setiap orang sudah ada skenarionya masing-masing. there's always an option, even masing-masing punya skenario bukan berarti kita tidak bisa memilih jalan yang menurut kita terbaik.
semua kembali kepada pribadi masing-masing.
just like me yang masih tidak bisa menentukan jalanku sendiri, meskipun secara angka sudah tidak dikatakan muda lagi. entahlah coz i'm still refuse to grow up.

Rabu, 07 September 2011

A New Beginning :)

Malam kawan....
Mulai hari ini aq mo nyobain saran temen (lebih tepatnya tante hehehe...) untuk mulai menulis semua hal-hal yang terjadi disekitar aq...lingkungan kerja, kos, main dll..
Beruntungnya aq kerja di bidang yang langsung berhadapan dengan begitu banyak orang setiap harinya..dengan berbagai karakter, gaya bicara, gaya berpakaian dll..
Bahkan terkadang aq suka nemuin 1 sifat yang sedikitnya sama dengan aq hehehe...
Well...baru itu aja ah ntar cerita yang selanjutnya bakalan aq share yupz kawan's... makasih yang udah mampir ke blog simple ini...
Blog ini hanya sekedar penyaluran hobi lama yang hampir terlupakan seiring bertambahnya usia yang membuat bertambah juga aktifitas...

Moga aja aq bisa tetep nulis....
Keep Writing and smiling...positive thinking and u will find something...

Kamis, 21 Juli 2011

Bibit Kacang HIjau

Alkisah sebuah perusahaan telekomunikasi di Italia sedang mencari satu tenaga teknis untuk menangani salah satu departemen dari perusahaan tersebut

Begitu banyak yang datang melamar dan menjalani ujian tertulis. Namun sesudah ujian tertulis ini, semua peserta diberi pekerjaan rumah, setiap orang diberi semangkok bibit kacang hijau u/ disemayamkan. Dan setelah jangka waktu yang diberikan setiap orang harus membawa kembali bibit kacang hijau yang telah tumbuh segar ke perusahaan tersebut. Siapa yang berhasil merawat kacang yang tumbuh paling segar akan memperoleh posisi pekerjaan yang dikejar banyak orang karena memberikan jaminan gaji yang tinggi.

Setelah jangka waktu yang diberikan itu para peserta ujian kembali lagi ke perusahaan sambil membawa bibit kacang hijau yang telah bertumbuh segar menghijau. Setiap orang memamerkan hasil usaha mereka dan dalam hati berharap bahwa ia akan memperoleh posisi yang bagus tersebut. Nampak seketika bahwa team penilai akan sulit memutuskan siapa yang jadi pemenangnya karena semua membawa bibit kacang hijau yang telah bertumbuh itu sama bagus dan sama segarnya.

Setelah diabsensi ternyata satu orang tidak muncul ditengah para peserta. Sang manager perusahaan lalu menelepon pelamar yang tak hadir itu dan menanyakan alas an ketidak-hadirannya.

Orang tersebut dengan penuh penyesalan serta rasa bersalah memberikan alas an ketidak-hadirannya saat ini. Ia mengatakan bahwa bibit yang diberikan itu hingga saat ini belum bertumbuh pada hal ia sudah berusaha memberi pupuk, air yang cukup. Semua persyaratan yang dibutuhkan agar bibit kacang hijau bertumbuh subur telah dipenuhinya, namun anehnya, bibit tersebut seakan berkepala keras tak mau bertumbuh.

“ Saya berpikir bahwa saya pasti gagal untuk memperoleh posisi dalam perusahaan telekomunikasi ini. Karena itu saya memutuskan untuk tidak datang hari ini ke perusahaan bapak.” Dan justru disaat ketika orang itu akan meletakan gagang teleponnya, sang manager memberikan kata-kata yang sungguh diluar dugaannya; “engkaulah satu-satunya yang diterima perusahaan kami. ” Orang itu heran dan kaget tak percaya.

Sesungguhnya, bibit kacang hijau yang dibagikan kepada para peserta tersebut adalah bibit yang telah diproses sehingga tak bisa bertumbuh lagi. Perusahaan akan dengan mudah mengetahui peserta mana yang jujur. Dan ternyata hanya seorang yang tak mampu membawa bibit kacang hijau yang telah tumbuh. Dan dialah orang yang dipilih itu.

“INILAH PRINSIP KAMI, NILAI MORAL DALAM PEKERJAAN LEBIH DITINGGIKAN KETIMBANG KEBERHASILAN DALAM BEKERJA, KARENA JIKA NILAI MORALNYA TINGGI MAKA KEBERHASILAN PUN AKAN MENGIKUTINYA”

Demikian sang manager menjelaskan.


Semoga bermanfaat u/ para pembaca

PEMBERIAN TERBAIK

Bersama keluarganya. Mereka menetap di sebuah kerajaan yang besar, dengan raja yang adil dan bijaksana. Beruntunglah siapa saja yang tinggal disana. Tanahnya subur, keadaannya pun aman dan sentosa. Semuanya hidup berdampingan, tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana.

Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah. Tak lupa ia membawa bajak dan kerbau peliharaannya. Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja. Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. "Inilah hartaku yang paling berharga", demikian gumam petani itu dalam hati, sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya.

Tak seperti biasa, tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang menghampiri petani itu. Tampak pemimpin pasukan yang maju, lalu berkata, "Berikan bajak dan kerbaumu kepada kami. "Ini perintah Raja!". Suara itu terdengar begitu keras, mengagetkan petani itu yang tampak masih
kebingungan.

Petani itu lalu menjawab, "Untuk apa, sang Raja menginginkan bajak dan kerbauku? "Ini adalah hartaku yang paling berharga, bagaimana aku bisa bekerja tanpa itu semua. Petani itu tampak menghiba, memohon agar diberikan kesempatan untuk tetap bekerja. "Tolonglah, kasihani anak dan istriku...berilah kesempatan sampai besok. Aku akan membicarakan dengan keluargaku..."

Namun, pemimpi pasukan berkata lagi, "Kami hanya menjalankan perintah dari Baginda. Terserah, apakah kau mau menjalankannya atau tidak. Namun, ingatlah, kekuasaannya sangat kuat. "Petani semacam kau tak akan mampu melawan perintahnya." Akhirnya, pasukan itu berbalik arah, dan kembali ke arah istana.

Di malam hari, petani pun menceritakan kejadian itu dengan keluarganya. Mereka tampak bingung dengan keadaan ini. Hati bertanya-tanya, "Apakah baginda sudah mulai kehilangan kebijaksanaannya? Kenapa baginda tampak tak melindungi rakyatnya dengan mengambil bajak dan kerbau kita? Gundah, dan resah melingkupi keluarga itu. Namun, akhirnya, mereka hanya bisa pasrah dan memilih untuk menyerahkan kedua benda itu kepada raja.

Keesokan pagi, sang petani tampak pasrah. Bersama dengan bajak dan kerbaunya, ia melangkah menuju arah istana. Petani itu ingin memberikan langsung hartanya yang paling berharga itu kepada Raja. Tibalah ia di halaman Istana, dan langsung di terima Raja. "Baginda, hamba hanya bisa pasrah. Walaupun hamba merasa sayang dengan harta itu, namun hamba ingin membaktikan diri kepada Baginda. Duli Paduka, terimalah pemberian ini...."

Baginda Raja tersenyum. Sambil menepuk kedua tangannya, ia tampak memanggil pengawal. "Pengawal, buka selubung itu!! Tiba-tiba, terkuaklah selubung di dekat taman. Ternyata, disana ada sebuah bajak yang baru dan kerbau yang gemuk. Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh, dengan urat-urat kayu yang mengkilap. Begitupun kerbau, hewan itu begitu gemuk, dengan kedua kaki yang tegap.

Sang Petani tampak kebingungan. Baginda mulai berbicara, "Sesungguhnya, aku telah mengenal dirimu sejak lama. Dan aku tahu kau adalah petani yang rajin dan baik. Namun, aku ingin mengujimu dengan hal ini. Ternyata, kau memang benar-benar hamba yang baik. Engkau rela memberikan hartamu yang paling berharga untukku. Maka, terimalah hadiah dariku. Engkau layak menerimanya...."

Petani itu pun bersyukur dan ia pun kembali pulang dengan hadiah yang sangat besar, buah kebaikan dan baktinya pada sang Raja.

***

Teman, bisa jadi, tak banyak orang yang bisa berlaku seperti petani tadi.
Hanya sedikit orang yang mau memberikan harta yang terbaik yang dimilikinya kepada yang lain.
Namun, petani tersebut adalah satu dari orang-orang yang sedikit itu.
Dan ia, memberikan sedikit pelajaran buat kita.

Sesungguhnya, Tuhan sering meminta kita memberikan terbaik yang kita punya untuk-Nya.
Tuhan, sering memerintahkan kita untuk mau menyampaikan yang paling berharga, hanya ditujukan pada-Nya. Bukan, bukan karena Tuhan butuh semua itu, dan juga bukan karena Tuhan kekurangan.
Namun karena sesungguhnya Tuhan Maha Kaya, dan Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya.

Tuhan sedang menguji, apakah hamba-Nya adalah bagian dari orang-orang yang beriman dan mau bersyukur.
Tuhan sedang menguji, apakah ada dari hamba-hamba-Nya yang mau menafkahkan harta di jalan-Nya.
Dan Tuhan, pasti akan memberikan balasan atas upaya itu dengan pemberian yang tak akan kita bayangkan.
Imbalan dan pahala yang akan kita terima, sesungguhya akan mampu membuat kita paham,
bahwa Tuhan memang Maha Pemberi Kemuliaan.

Dan teman, mari kita berikan yang terbaik yang kita punya kepada-Nya.
Marilah kita tujukan waktu, kerja dan usaha kita yang terbaik hanya kepada-Nya.
Karena sesungguhnya memang, kita tak akan pernah menyadari balasan apa yang akan kita terima atas semua itu.

Tuhan selalu punya banyak cara-cara rahasia untuk memberikan kemuliaan bagi hamba-Nya.
Dan Dia akan selalu memberikan pengganti yang lebih baik untuk semua yang ikhlas kita berikan pada-Nya.

I’M AN ACTOR.. NOT REACTOR

Dua orang ibu memasuki toko pakaian dan membeli baju seragam anaknya. Ternyata pemilik tokonya sedang bad mood sehingga tidak melayani dengan baik, malah terkesan buruk, tidak sopan dengan muka cemberut.

Ibu pertama jelas jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu. Yang mengherankan, ibu kedua tetap enjoy bahkan bersikap sopan kepada penjualnya.

Ibu pertama bertanya, “Mengapa ibu bersikap demikian sopan pada penjual menyebalkan itu?” Ibu kedua menjawab, “Mengapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah penentu atas hidup kita, bukan orang lain.”

Tapi ia melayani buruk sekali”, bantah ibu pertama. “Itu masalah dia. Kalau dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dsb.. toh tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung-jawab atas diri kita,” jelas ibu kedua.

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain pada kita. Kalau orang melakukan hal buruk, kita akan membalasnya dengan yang lebih buruk lagi, begitupula sebaliknya.

Kalau orang tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba bisa menjadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang tersebut. Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan orang lain.

Kalau direnungkan, sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita. Mengapa untuk berbuat baik saja, harus menunggu untuk diperlakukan baik oleh orang lain dulu?

Jagalah suasana hati sendiri, jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak. Kitalah sang penentu yang sesungguhnya. I’m an Actor.. Not Reactor..